Senin, 21 Agustus 2017

Pramuka Smansator

          Ekstrakurikuler Pramuka adalah satu-satunya ekstrakurikuler  yang wajib diikuti oleh para siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 1 Toroh. Ekstrakulikuler ini dilaksanakan setiap hari Jum’at. Nama ambalan Pramuka di SMA Negeri 1 Toroh adalah Hasanudin dan Dewi Sartika. Pramuka SMA Negeri 1 Toroh berpedoman pada semangat juang patriotisme dan nasionalisme Hasanudin (untuk pa) dan Dewi Sartika  (untuk pi). Dengan mencontoh semangat juang mereka, Pramuka Smansator bertujuan untuk menumbuhkan semangat juang patriotisme dan nasionalisme serta menumbuhkan keberanian di dalam diri para peserta didik, seperti halnya dengan Hasanudin dan Dewi Sartika. 


      Pada dasarnya, ekstrakulikuler Pramuka mengajarkan banyak hal positif bagi para peserta didiknya, diantaranya adalah ; Kedisiplinan, sopan-santun, bertanggung jawab, solidaritas/jiwa korsa, kebersamaan, patriotisme, nasionalisme, dan masih banyak hal positif lainnya. Karena itu, merupakan hal yang benar jika ekstrakulikuler Pramuka menjadi ekstrakulikuler yang wajib diikuti karena akan berdampak positif bagi para siswa-siswi sebagai pembentuk karakter yang baik.


            Kali ini, saya akan membahas mengenai pertemuan rutin Pramuka Smansator. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, bahwa ekstrakulikuler Pramuka ini dilaksanakan setiap hari jum’at. Tepatnya setelah shalat jum’at selesai. Kegiatan pertama dari pertemuan rutin ini adalah upacara pembuka. Seluruh peserta didik (siswa-siswi kelas X) dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti upacara pembuka. Upcara ini sebagai pembuka untuk mengawali kegiatan ekstrakulikuler pramuka ini. Setelah upacara pembuka selesai, seluruh peserta didik dihimbau untuk masuk ke kelas masing-masing sesuai ambalannya. Setelah itu, para DPA memasuki setiap ambalan untuk memberikan materi /permainan. Untuk materi/permainan berbeda-beda disetiap pertemuannya. Sehabis pemberian materi/permainan , para peserta didik diberi waktu untuk istirahat untuk sholat dan makan minum atau yang disebut dengan ISOMA (Istirahat Sholat Makan). Setelah isoma, kegiatan yang terakhir adalah upacara penutup. Upacara ini merupakan penutup untuk mengakhiri kegiatan Pramuka ini. Lalu para peserta didik diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.



            Kegiatan Pramuka memang sangat menyenangkan karena kita akan belajar banyak hal dari kegiatan Pramuka ini. Karena itu teman-teman, ikutilah ekstrakulikuler Pramuka dengan sepenuh hati.

Jumat, 11 Agustus 2017

SMA N 1 Toroh Sekolah Adiwiyata


             Umumnya manusia hidup dengan bernafas. Pada pelajaran IPA khususnya bab Biologi bukankah sudah diajarkan bahwa manusia bernafas dengan cara menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap saat manusia bernafas. Itu artinya setiap saat juga manusia menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Dan mungkin sebagian orang bertanya-tanya oksigen itu darimana, dari udarakah atau bagaimana ?. Secara umum waktu SD / SMP kita sudah diajari tentang proses fotosintesis pada tumbuhan bukan ?.  Dan sebagian dari mereka tahu bahwa fotosintesis inilah yang menghasilkan oksigen untuk manusia. Tapi, pelajaran tersebut semata-mata hanya sebuah formalitas saja bagi pelajar zaman sekarang. Maksudnya adalah para pelajar tidak mau tahu menahu lebih jauh tentang apa yang mereka pelajari, yang mereka tahu hanya sekolah diberi pelajaran lalu diberi tugas dan mendapat nilai, itu sudah luar biasa bagi mereka.

            Kembali ke topik awal yaitu bernafas. Jika manusia bernafas membutuhkan oksigen dari hasil fotosintesis tumbuhan, maka dapat disimpulkan bahwa manusia hidup bergantung kepada tumbuh-tumbuhan. Dan tumbuh-tumbuhan bisa hidup karena manusia. Jadi secara tidak langsung dan tanpa manusia sadari, manusia menjalin hubungan interaksi atau hubungan timbal balik dengan tumbuhan. Dan para tumbuhan ini hanya bisa menerima nasib mereka. Ada suatu masa ketika tumbuh-tumbuhan itu disayang, dijaga dan dirawat. Tapi, ada suatu masa ketika tumbuh-tumbuhan itu akan dibuang, dihancurkan dan dilenyapkan. Itu akibat perbuatan dari tangan-tangan setan para pemburu nafsu duniawi. Manusia hanya memikirkan diri mereka sendiri, tanpa mereka sadari bahwa manusia juga bisa dilenyapkan, dihancurkan dan dipersulit oleh tumbuhan. Tumbuhan mungkin tak bisa berjalan dan tak bisa berbicara. Tapi tumbuhan bisa mematikan jika mereka dimatikan.

            Para manusia hanya bisa menuntut, hanya bisa merusak lingkungan. Jika mereka (para tumbuhan) bisa, mungkin mereka akan memberontak kepada para manusia. Tapi, apalah daya mereka hanya bisa menerima. Disamping itu lingkungan yang dahulu banyak tumbuh-tumbuhan hijau yang mana sekarang sudah dihancurkan, suatu saat pasti mereka akan memperingatkan manusia. Bencana alam merupakan salah satu kemarahan alam kepada para manusia. Tak cukup itu saja, manusia terkadang kembali menyalahkan sang Ilahi. Padahal itu salah mereka sendiri. Kesadaran itu penting untuk memperbaiki hidup. Jika tumbuhan tidak ada, lalu darimana manusia akan bisa bernafas. Padahal logikanya manusia tidak bisa hidup tanpa bernafas (bukannya tak bisa hidup tanpa kekasihnya, hehe). Seharusnya para manusia bisa berfikir sampai situ.

Semua telah terlanjur dan sudah terjadi. Yang perlu dilakukan sekarang adalah memperbaiki keadaan. Bagaimana caranya ?. Cara sederhana untuk memperbaiki lingkungan kita adalah dengan menanaminya kembali. Kita bisa menanami tumbuh-tumbuhan hijau. Butuh waktu lama mungkin untuk bisa mendapatkan hasilnya, tapi lebih baik menunggu daripada hancur sia-sia. Untuk itu seluruh warga SMA N 1 Toroh selalu diajarkan untuk bisa menjaga lingkuungan sekolah. Berbagai macam kegiatan dilakukan untuk menunjang upaya tersebut. Seperti diadakannya lomba kebersihan pada saat event-event yang penting, terus ada kegiatan jum’at bersih yang rutin dilakukan para siswa selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Dalam kegiatan ini para siswa akan bersaing dalam hal memperindah kelas mereka masing-masing, dalam hal ini para siswa akan melakukan cara apapun untuk bisa memperindah ruang kelas dan halaman mereka masing-masing. Dengan begitu para siswa akan terbiasa untuk menjaga lingkungan, baik disekolah maupun diluar sekolah.

            Pesan saya kepada pembaca adalah jadikanlah pelajaran tidak hanya menjadi ilmu semata tapi juga dijadikan bahan untuk diamalkan dan dilaksanakan. Percuma menjadi siswa yang cerdas, tapi sangat bodoh untuk bisa mengerti keadaan sekitar termasuk peduli terhadap lingkungan mereka sendiri. Dan harapannya kepada masyarakat adalah agar lebih paham dan menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Karena itu juga buat kebaikkan mereka sendiri. Seperti halnya Anda mencintai seseorang, dia juga akan mencintai Anda. Alampun begitu, alam akan cinta kepada Anda jika Anda juga mencintai alam. So, jagalah selalu lingkunganmu demi kebaikkanmu. Baiklah para pembaca yang semoga dirahmati Allah SWT. Sekian dulu ulasan sederhana saya diatas, jika ada kata yang menyinggung saya mohon kebesaran hati Anda untuk memaafkan saya. Semoga bermanfaat, terima kasih dan sampai berjumpa diartikel saya selanjutnya. : )

PMR WIRA SMA N 1 Toroh

            Mengenal lebih jauh lagi organisasi-organisasi atau kegiatan ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Toroh. Salah satu ekstrakulikuler yang menonjol adalah PMR WIRA SMA N 1 Toroh atau telah dikenal dengan sebutan PMR WIRA Smansator. PMR merupakan salah satu organisasi yang memberikan pelayanan kesehatan atau pertolongan pertama kepada warga sekolah. Untuk menjadi anggota PMR WIRA Smansator sebenarnya tidak ada syarat-syarat khusus / yang aneh-aneh yang terpenting ada niat dalam diri siswa tersebut untuk mau dan bersedia mengikuti ekstra PMR. Sebelum menjadi anggota , diadakan perekrutan untuk peserta didik baru. Salah satunya dengan diadakan diklat atau pendidikan dan latihan. Tujuan dari diadakannya diklat adalah untuk memperkenalkan kepada calon anggota PMR seperti apa organisasi PMR itu dan apa kewajiban-kewajiban sebagai anggota PMR. Sebagai tanda telah diselesaikannya perekrutan dan diklat dari calon anggota PMR menjadi anggota PMR dengan diberikannya badge PMR dan piagam (sertifikat).

(Pengurus PMR WIRA Smansator 2016/2017)

          Setelah perekrutan, siswa tersebut telah menjadi anggota PMR dan siap menjalani rangkaian kegiatan-kegiatan yang terutama adalah pertemuan rutin PMR. Pertemuan rutin PMR diadakan setiap hari Selasa setiap jam 2 siang usai pulang sekolah. Tapi sekarang karna adanya program fullday school, yaitu 5 hari kerja dalam satu minggu. Oleh karena itu, semua kegiatan ekstrakulikuler pilihan dilaksanakan pada hari Kamis (kecuali ekstra Pramuka wajib, diadakan hari Jumat), untuk PMR, karena itu merupakan ekskul pilihan, maka ekstrakulikuler PMR dilaksanakan hari Kamis, pukul 14.30-16.00 WIB.



         Pembina ekstrakulikuler PMR adalah Pak Widodo. Beliaulah yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan PMR. Ketua PMR tahun ajaran 2017/2018 adalah Hemas Ajeng P. dengan wakilnya Anna Yuniasih. Didalam ekstrakulikuler PMR dari tahun ke tahun selalu terjadi penyusutan anggota dan itu adalah hal yang biasa dan tidak menjadi beban bagi anggota-anggota yang lain, justru dengan adanya penyusutan anggota tersebut anggota yang lain semakin bersemangat dan lebih kompak lagi.